c

Tips Memilih Komputer yang Bagus

Tips memilih komputer yang bagus,  apakah Anda sedang mencari informasi tentang tips membeli komputer yang sesuai dengan kebutuhan? Tepat sekali Anda berkunjung pada artikel ini, sebab kami akan memberikan informasi tentang tips membeli komputer agar sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pada masa kini untuk membeli komputer baru itu bukanlah yang begitu sulit. Tidak sulit berarti Anda memiliki budget dana yang yang tidak terbatas. Namun bagi Anda yang memiliki budget dana kecil, membeli suatu komputer baru harus dilakukan dengan sangat jeli. Pasalnya, jika Anda membeli barang yang salah, hal itu tidak hanya akan berkualitas buruk, tetapi juga menghabiskan uang Anda dengan sia-sia. Oleh karena itu, sebelum Anda membeli komputer baru, sebaiknya simak penjelasan tips membeli komputer agar tidak menyesal di kemudian hari.

Tips Memilih Komputer yang Bagus

Berikut hal-hal yang dapat dijadikan referensi di dalam memilih komputer berdasarkan prioritasnya:

1. Processor

Carilah processor yang memiliki L2 cache internal pada processornya (on-die). Jika ditemui 2 processor dengan frekuensi (MHz) yang sama, maka pilihlah processor yang memiliki FSB (Front Side Bus) paling tinggi.

2. Socket Processor

Tentukanlah jenis processor yang akan digunakan, cari yang memiliki banyak variasi kecepatan (up-grade) processornya.

3. Motherboard

Pilih motherboard yang selain menawarkan FSB yang tinggi, juga harus mendukung kecepatan processor yang akan digunakan.

4. Cache Memory

Processor saat ini sudah memiliki cache memory L2 internal. Namun demikian kecepatan cache dapat berbeda antara masing-masing processor. Pilihlah processor dengan kecepatan cache L2 yang sama dengan kecepatan inti processor.

5. Memory SIMM/DIMM/RIMM

Kini standar minimal untuk sebuah memory adalah SIMM. Akan lebih baik jika memiliki fasilitas ECC (Error Cheking and Correcting) terutama untuk penggunaan aplikasi krisis. Pililah motherboard yang memiliki socket untuk SDRAM, DDR-SDRAM, atau RDRAM. Pilihan ini di pengaruhi oleh chipset yang di gunakan, karena tidak semua chipset mendukung semua jenis memory termasuk fasilitas ECC. Pilihan terbaik adalah RDRAM, kemudian DDR-SDRAM, dan SDRAM itu sendiri.

6. Bus Type

Motherboard saat ini kebanyakan tidak di lengkapi dengan slot ISA. Pertimbangkan apakah masih ada kartu ekspansi ISA yang akan di pasang atau tidak. Jumlah slot ekspansi menjadi pertimbangan jika akan memasang banyak piranti tambahan untuk aplikasi yang kita miliki.

Pastikan juga bahwa PCI yang ada merupakan versi 2.1 atau yang lebih baru (tergantung chipset yang di gunakan). Tata letak slot harusnya tidak akan menyulitkan kita ketika akan memasang suatu pheripheral lain pada matherboard. Untuk sistem yang tidak mempunyai video on-board, maka keberadaan slot AGP 4x akan memberikan performa yang lebih baik.

7.  BIOS

BIOS yang baik adalah BIOS yang mampu untuk di update, yakni jenis Flash ROM atau EEP-ROM. Beberapa motherboard dengan Flash BIOS telah dilengkapi jumper untuk setting ataupun recover. Carilah jumper ini karena jumper tersebut berfungsi untuk write-protect. Kemudahan di dalam mengupdate BIOS juga menjadi nilai tambah untuk diperhatikan di dalam memilih komputer.

8. Form Factor

Jelas bahwa ATX merupakan jenis yang lebih baik jika di bandingkan dengan AT.

9. Built-in Interface

Hendaknya carilah motherboard dengan interface on-board sebanyak mungkin. Network adapter yang built in sudah mencukupi, demikian juga dengan modem. Jika output suara dari komputer sangat di butuhkan (misal untuk kebutuhan game) maka cari sound-card yang terpisah dengan motherboard.

Demikian juga dengan video AGP yang on-board tidak akan lebih bagus jika di bandingkan dengan video AGP yang eksternal. Semua peripheral built-in ini harus dapat di disable jika suatu saat kita ingin mengganti dengan kartu add-on.

10. Onboard IDE Interface

Terdapat beberapa versi interface IDE di antaranya UDMA/33 (ATA-33), UDMA/66, UDMA/100, dan UDMA/133. Kebanyakan kesemuanya on-board (ada pada chipset). Angka yang tertinggi merupakan interface IDE yang terbaik. Untuk kecepatan dan juga keamanan yang lebih tinggi, controller IDE RAID dapat menjadi pertimbangan.

11. Power Managemet

Tidak semua motherboard mendukung standar akhir power management, yaitu ACPI. Sistem dengan Energy Star-Compliant akan menggunakan daya listrik kurang dari 30 watt saat dalam mode sleep guna menghemat energi.

12. Chipset Motherboard

Chipset yang di gunakan harus merupakan jenis high-performance. Yang berarti chipset tersebut mendukung minimal DDR SDRAM DIMMS ataupun RDRAM RIMM (termasuk fasilitas ECC), AGP 4x atau yang lebih cepat.

13. Documentation

Yang di maksud dengan dokumentasi di sini adalah sertifikat produk, buku manual, dan driver. Misal jika akan mengupdate BIOS maka dokumentasi dalam hal ini adalah buku manual sangat di perlukan. Jarang ada yang menyertakan data-book dari produsen atas semua komponen yang terpasang di motherboard, namun jelas akan lebih baik jika hal ini ada.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang tips memilih komputer yang baik, semoga informasi yang kami sampaikan tentang tips membeli komputer bermanfaat bagi Anda.