c

Pentingnya Teknologi Di Bidang Pertanian

Pentingnya teknologi di bidang pertanian, berbicara soal ketersediaan pangan, pasti akan bersangkutan dengan manfaat teknologi di bidang pertanian yang berperan penting dalam menghasilkan produktivitas pertanian yang tinggi dan dapat mencukupi semua kebutuhan lapisan masyarakat.

Dalam kehidupan kita selama ini, produk pangan merupakan kebutuhan pokok yang harus selalu dipenuhi. Pasalnya, pangan merupakan salah satu faktor penunjang setiap orang untuk bertahan hidup.

Pentingnya Teknologi Di Bidang Pertanian

Bidang ilmu dan studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah suatu studi, perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, terkhususnya pada aplikasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Teknologi informasi memanfaatkan komputer elektronik dan perangkat lunak komputer untuk mengubah, menyimpan, memproses, melindungi, mentransmisikan dan memperoleh informasi secara aman.

Teknologi informasi tidak hanya penting sebagai alat komunikasi via elektronik saja, melainkan merupakan perangkat penting yang seharusnya dimiliki dalam bisnis sebagai sarana untuk berkoordinasi dan pengarsipan dokumen-dokumen penting. Dan teknologi Informasi diterapkan guna untuk pengelolaan informasi yang pada saat ini menjadi salah satu bagian penting karena meningkatnya kompleksitas dari tugas manajemen, pengaruh ekonomi internasional (globalisasi), perlunya waktu tanggap (response time) yang lebih cepat, tekanan akibat dari persaingan bisnis.

Penerapan Teknologi Informasi di Bidang Pertanian

Penerapan teknologi informasi dan komunikasi melalui gawai, jaringan, jasa dan aplikasi di bidang pertanian bertujuan  untuk membantu para pelaku sektor pertanian dalam mengambil keputusan dan memanfaatkan sumber daya. Sebanyak 60% teknologi digital pertanian menyasar informasi digital seperti informasi pasar atau harga. Sebanyak 40% lainnya fokus ke akses pasar dan hampir sepertiganya menyasar area rantai pasok dan pengelolaan data. Sisanya ke jasa keuangan dan pertanian presisi seperti penggunaan satelit, sensor dan mekanisasi pertanian.

Penggunaan teknologi modern di sektor pertanian dapat menambah keluaran ekonomi hingga US$ 6,6 miliar per tahun. Kehadiran teknologi digital pertanian seperti TaniHub yang menghubungkan petani langsung dengan konsumen dapat mempersingkat rantai pasok. Para petani juga dapat mengurangi ketergantungannya dengan tengkulak. Selama ini, petani lebih banyak menjual hasil pertanian dalam jumlah besar ke tengkulak. Hal ini menyebabkan petani tidak memiliki daya tawar yang kuat untuk menentukan harga produsen.

Di samping itu, petani juga memiliki akses terhadap informasi harga komoditas di pasaran yang akurat dan transparan. Pemahaman yang kuat terhadap dinamika harga komoditas pertanian dapat membantu para petani untuk menentukan harga jual di tingkat produsen secara lebih terukur.

Teknologi digital pertanian yang fokus pada jasa keuangan membuka lebih banyak akses terhadap sumber pendanaan yang cocok. Saat ini petani kecil memang telah menikmati Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber pendanaan untuk aktivitas pertanian. Namun, rendahnya jumlah pinjaman maksimum menyebabkan petani tidak dapat bergantung pada KUR untuk kegiatan pertanian yang membutuhkan investasi besar seperti akuakultur.

Jasa keuangan digital khusus pertanian dapat menjadi solusi untuk hal tersebut. Selain itu, produktivitas pertanian juga merupakan salah satu potensi manfaat dari teknologi digital pertanian. Kehadiran teknologi digital dapat meningkatkan pengetahuan teknis petani; memungkinkan perhitungan penggunaan pupuk, bibit, atau input pertanian lain secara lebih efisien; dan meningkatkan pengambilan keputusan petani melalui informasi mengenai cuaca, pengelolaan tanaman, kondisi pasar, ataupun data ternak.

Peran Teknologi Pertanian dalam Mencapai Pertanian Berkelanjutan

Indonesia memiliki lahan persawahan yang luas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan sawah pada tahun 2021 sebesar 10,52 juta hektar. Luas lahan tersebut semakin menurun jika dibandingkan dengan luas lahan di tahun 2020 sekitar 10,66 juta hektar. Luas lahan akan terus berkurang seiring dengan banyaknya alih fungsi lahan, yang dapat menyebabkan menurunnya produktivitas hasil produksi akibat lahan yang semakin berkurang.

Dengan adanya lahan yang di miliki saat ini perlu di manfaatkan sebaik mungkin dan mempertahankan produktivitas lahan, agar dapat mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Salah satu cara yang dapat di lakukan dengan menerapkan konsep pertanian berkelanjutan di setiap aspek dalam sektor pertanian, dari mulai perbaikan lahan hingga sampai pada hasil produksi.

Pertanian berkelanjutan di artikan sebagai keberhasilan dalam mengelola sumberdaya untuk kepentingan pertanian dalam memenuhi kebutuhan manusia, sekaligus mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan serta konservasi sumberdaya alam. Prinsip dasar sistem pertanian berkelanjutan yaitu pertanian yang berlanjut untuk saat ini, saat yang akan datang dan selamanya, yang artinya pertanian tetap ada dan bermanfaat dan tidak menimbulkan bencana bagi semuanya, serta berusaha untuk memperlambat sesuatu untuk musnah.

Pertanian berkelanjutan menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk di terapkan dalam mencapai pemenuhan pangan di Indonesia, karena dengan adanya pertanian yang berkelanjutan, sektor pertanian tidak akan terhenti dan akan terus berlanjut dengan penerapan-penerapan baru yang dapat meningkatkan keberhasilan dalam produktivitas pertanian.

Teknologi menjadi pemegang kunci tercapainya pertanian berkelanjutan.Teknologi pertanian memiliki peran yang besar dalam mencapai pertanian berkelanjutan. Dengan penerapan teknologi dalam proses pertanian, dapat meningkatkan produktivitas dari lahan yang di miliki, sehingga meningkatkan hasil produksi setiap panennya.

Manfaat Teknologi di Bidang Pertanian Meningkatkan Produktivitas

Jika kita membahas definisi dari teknologi di bidang pertanian, maka tak lepas dari asal kata itu sendiri yaitu teknologi dan pertanian. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sejatinya teknologi itu sengaja di ciptakan oleh manusia untuk membantu dan meringankan pekerjaan setiap manusia yang menggunakannya.

Teknologi merupakan penerapan maupun pengembangan dari sebuah ilmu alat mesin. Di mana alat-alat tersebut di buat dan di desain sedemikian rupa sehingga dapat membantu manusia mengelola ataupun menyelesaikan permasalahan kehidupan yang ada.

Sedangkan pertanian sendiri di gambarkan sebagai usaha manusia dalam menghasilkan bahan pangan, ternak, maupun produk lahan yang memanfaatkan sumber daya alam, baik dari tumbuhan maupun hewan yang sudah tersedia.

Jika di lihat dari kedua penjabaran istilah tersebut, teknologi pertanian yakni penerapan dari adanya ilmu-ilmu terapan maupun teknik dalam segala kegiatan pertanian. Lalu seperti apa sebenarnya manfaat teknologi di bidang pertanian tersebut?

Pada dasarnya dengan ketersediaan teknologi yang lebih canggih dan modern, segala kegiatan pertanian akan jauh lebih berkembang dan juga semakin maju. Produktivitas yang di hasilkan akan meningkat sehingga menghasilkan berbagai keuntungan yang besar. Pastinya anda penasaran bukan, bagaimana teknologi yang di manfaatkan di bidang pertanian dapat memberikan dampak yang sangat baik?

1. Produktivitas Tanaman yang Di hasilkan Lebih Tinggi

Dengan memanfaatkan sebuah teknologi, sudah dapat di pastikan bahwa tingkat produktivitas yang di hasilkan akan jauh lebih tinggi jika di bandingkan dengan pertanian secara tradisional. Hal ini berkaitan dengan waktu dan juga hasil.

Dengan manfaat teknologi di bidang pertanian, proses penanaman tanaman di lahan yang luas akan dapat di selesaikan dalam waktu yang singkat. Pola perawatan yang di terapkan juga efektif dan efisien. Tentu saja perawatan yang demikian akan memberikan hasil panen yang melimpah.

2. Menghasilkan Produk Pertanian yang Berkualitas

Adanya penerapan teknologi pertanian, selain hasil panen yang melimpah, produk yang di hasilkan juga memiliki kualitas yang sangat baik. Teknologi pertanian saat ini mampu mengurangi penggunaan air, pupuk, bahkan pestisida.

Tanaman pertanian yang terlalu banyak menggunakan air, pupuk, hingga pestisida, akan membuat penurunan kualitas produk yang di hasilkan tersebut. Dengan manfaat teknologi di bidang pertanian, kemungkinan terjadinya hal tersebut dapat di hindari dengan mudah.

Bukan hanya itu saja, kualitas hasil pertanian yang baik akan memberikan daya jual yang tinggi pula. Keuntungan yang di dapatkan akan semakin besar. Kesejahteraan para petani pun akan sangat terjamin.

3. Penggunaan Teknologi Pertanian yang Tepat

Tidak serta merta hanya melihat dari segi keuntungannya saja dalam memanfaatkan teknologi pertanian yang ada. Namun, kita juga harus bersikap bijaksana dengan menggunakan teknologi yang tepat guna.

Dengan kata lain, teknologi yang kita gunakan tidak boleh sampai merusak ekosistem maupun lingkungan sekitarnya yang menyebabkan kerugian. Misalnya saja, teknologi yang di terapkan tidak menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan.

Manfaat teknologi di bidang pertanian sangatlah besar kita rasakan. Memilih teknologi yang ramah lingkungan pun juga harus di perhatikan. Sehingga, kegiatan pertanian yang kita lakukan dapat terus berlangsung dan berkelanjutan.