c

Pengaruh Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja

Pengaruh Media Sosial bagi Kesehatan Mental Remaja: Membuka media sosial di pagi hari setelah bangun tidur adalah salah satu kegiatan yang wajib untuk dilakukan bagipara kalangan remaja saat ini. Banyak hal yang terjadi selama kita tidur dan media sosial memberikan banyak informasi yang tidak bisa ketahui secara langsung. Sehingga kita tidak akan melewatkan berita atau kejadian tersebut.
Media sosial sekarang ini juga berkembang sangat pesat sehingga informasi yang kita terima juga selalu diperbarui. Meskipun sangat berguna untuk menambah wawasan dan mengetahui informasi atau berita terkini, ternyata ada beberapa pengaruh media sosial, seperti pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Lalu, apa hubungan antara media sosial dan kesehatan mental? Apakah mengurangi penggunaan media sosial bisa menghindarkan dari serangan gangguan mental? Simak yuk penjelasan dibawah ini.

Pengaruh Media Sosial terhadap Kesehatan Mental

Pengaruh Negatif Media Sosial

Beberapa pengaruh media sosial yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental, yaitu:

1. Penurunan Rasa Percaya Diri

Dampak media sosial terhadap kesehatan mental berkaitan dengan rasa percaya diri. Bagaimana keduanya saling berhubungan? Dengan memiliki media sosial, Anda jadi berkomitmen untuk “berteman” dengan siapa saja yang di inginkan. Ketika teman medsos Anda mengunggah foto tentang kehidupan mewahnya, bukan tidak mungkin Anda akan merasa insecure atau tidak percaya diri.

2. Menimbulkan Rasa Iri Hati

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen mengatakan, banyak pengguna media sosial yang mengalami “Facebook envy” atau “kecemburuan Facebook”. Studi mengatakan bahwa keadaan tersebut sangat erat kaitannya dengan kecemburuan sosial dan penurunan rasa percaya diri, yang akhirnya bisa berujung pada depresi.

3. Keretakan Hubungan dengan Orang Terdekat

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan bantuan nyata dari orang lain. Namun, hal tersebut menjadi sangat sulit untuk diwujudkan jika Anda hanya terpaku pada layar persegi panjang, yang hanya memuat “teman-teman” dari dunia maya.

Coba bayangkan, ketika Anda hanya terpaku pada media sosial dan dunia maya sampai melupakan segala yang ada di kehidupan nyata, bukan tidak mungkin suatu saat Anda akan tersadar Anda sebenarnya “sendirian”. Hal tersebut bisa saja terjadi jika Anda tidak melakukan interaksi dengan orang-orang yang ada di sekitar lingkungan dunia nyata.

Dampak negatif penggunaan media sosial yang terlalu sering menyebabkan kecenderungan munculnya perasaan sedih. Pada penelitian tersebut, tim peneliti mengatakan bahwa penggunaan Facebook tanpa kenal waktu hanya akan membuat kebahagiaan sesaat dan sedikit rasa puas dalam menjalani hidup.

4. Mengganggu Tidur

Hobi menghabiskan sebagian besar waktu Anda untuk scrolling lini masa media sosial? Bisa saja menganggu pola tidur Anda. Dampak ini bisa terjadi lantaran ponsel pintar yang Anda genggam selagi berselancar di media sosial memancarkan cahaya biru. Menurut Harvard Medical School, cahaya biru ini bisa menurunkan kadar melatonin alias hormon pengatur tidur. Pada tahap lanjut, kekurangan waktu tidur bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Dua di antaranya, yaitu gangguan kecemasan dan depresi.

5. Merasa Dituntut Harus Sempurna

Yang ditampilkan di media sosial bisa saja terlihat sempurna tanpa ada cela sedikitpun. Namun, bisa saja dalam kehidupan nyata ada masalah yang dihadapi, tetapi tidak diekspos ke dalam medsos. Media sosial seakan menuntut kita untuk terus memiliki kehidupan sempurna. Pada akhirnya, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental Anda.

Setelah tahu bahwa media sosial berpotensi besar menyebabkan masalah kesehatan mental, Anda dianjurkan untuk membatasi penggunaannya. Batas aman penggunaan media sosial dalam sehari adalah tidak lebih dari dua jam. Gunakanlah media sosial secara bijak. Dengan demikian, Anda tidak akan terseret ke dalam “sisi gelap” media sosial yang dapat berujung pada gangguan kesehatan mental.

Pengaruh Positif Media Sosial

Media sosial tidak selamanya buruk untuk kesehatan mental Anda. Beberapa dampak sosial media yang positif juga bisa Anda dapatkan, seperti berikut ini :

1. Dapat Menginspirasi Gaya Hidup Sehat

Media sosial dapat Anda gunakan sebagai alat motivasi dalam mencapai gaya hidup sehat. Misalnya untuk berhenti merokok atau rutin berolahraga. Dengan membagikan resolusi di media sosial, Anda bisa mendapatkan dukungan positif dan menjadi inspirasi agar orang lain mengikutinya.

2. Sebagai Sarana untuk Menyebarkan Bantuan

Medsos dapat menjadi sarana untuk membantu orang lain. Begitu banyak akun yang menyediakan informasi mengenai saluran pencegahan bunuh diri, maupun forum-forum anonim yang membantu pengguna internet untuk membagikan pengalaman pribadinya, dan menerima motivasi serta saran untuk memerbaiki kehidupannya.

3. Membantu Menemukan Solusi bagi Persoalan Hidup

Permasalahan yang umumnya di alami oleh orang dengan masalah pada kesehatan mental seperti depresi, adalah keengganan untuk menceritakan masalah kepada orang-orang terdekat. Saat ini, sudah semakin banyak orang yang mencari solusi untuk hal tersebut melalui media sosial. Anda bisa menemukan banyak akun media sosial yang membagikan saran seputar masalah kesehatan dan topik-topik lain. Meski media sosial dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental, jika Anda menggunakannya dengan bijak, kemajuan teknologi ini dapat membantu memperbaiki kesehatan Anda.

Waktu yang Dianjurkan untuk Bermain Sosisal Media

Kamu perlu tahu, bahwa terlalu lama menghabiskan waktu mengakses media sosial tidak pernah baik untuk kesehatan kejiwaanmu. Hal ini memicu terjadinya stres, depresi, dan berbagai masalah kejiwaan lainnya. Tidak mengherankan, kini banyak orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidup sebagai dampak dari media sosial yang buruk.

Lalu, sebenarnya berapa lama sebaiknya kamu menghabiskan waktu mengakses media sosial setiap harinya? Ternyata, waktu terbaik untuk mengakses media sosial setiap harinya maksimal hanya selama 2 jam. Waktu yang begitu singkat bukan? Bukan tanpa alasan, setiap orang memiliki reaksi emosional dan psikologis yang berbeda terhadap konten yang terdapat di dalam media sosial.

Jika sudah mengalami stres dan depresi, kecenderungan untuk melakukan hal-hal di luar nalar pun semakin tinggi. Seperti misalnya keinginan untuk bunuh diri. Jika hal ini terjadi, tentu kamu harus segera mendapatkan pertolongan. Jangan takut untuk bercerita pada dokter ahli kejiwaan alias psikiater asli.

Gunakanlah media sosial secara bijak. Karena pengaruh media sosial di kehidupan sehari hari sangat berpengaruh besar. Dengan demikian, Anda tidak akan terseret ke dalam “sisi gelap” media sosial yang dapat berujung pada gangguan kesehatan mental.