c

Mengajak Orang Bergabung Bisnis Online, Gimana Caranya ?

Mengajak orang bergabung bisnis-Kini, bisnis online menjadi solusi mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tanpa keluar rumah. Bisnis online mempunyai beberapa bentuk usaha, namun yang paling umum adalah berjualan produk melalui media sosial atau lebih biasa disebutreseller.
Bisnisonline memiliki prospek yang sangat besar semenjak mulai menjamurnya sistem jual beli online di Indonesia. Semakin banyak orang yang bergabung dalam bisnisonline Anda, semakin besar juga cakupan pasar Anda. Dengan demikian, peluang meningkatkan penjualan juga semakin besar.
Pasalnya, mengajak orang untuk bergabung dalam bisnis online tidak selalu mudah. Beberapa berita penipuan melalui jual beli online membuat sebagian orang sudah anti dengan usaha berbau online. Tugas Anda adalah meyakinkan mereka bahwa bisnis Anda aman dan menguntungkan.

Cara Lengkap Mengajak Orang Berbisnis Online

Mengajak orang bergabung bisnis

1. Berlatih public speaking yang baik

Orang lain dapat mengetahui gagasan Anda melalui bagaimana cara Anda membicarakannya. Jika ucapan penjual membosankan, terlalu panjang, sulit dipahami, atau kurang meyakinkan, maka akan sulit bagi para calon partner untuk menerima ajakan bergabung dalam bisnis tersebut.
Aspek yang sangat penting dalam dunia marketing adalah kemampuan berbicara di hadapan orang lain. Aspek ini berlaku baik bagi para penjual produk atau rekrutmen partner bisnis. Berlatih public speaking kini dapat dipelajari melalui berbagai kanal informasi seperti website atau youtube.

2. Menentukan kriteria partner bisnis

Untuk mendapatkan partner bisnis secara cepat dan efektif, tentukan kriteria partner bisnis yang sesuai dengan produk yang Anda jual. Misalkan saja produk obat-obatan untuk berbagai keluhan tubuh, maka partner yang tepat untuk diajak adalah para ibu-ibu atau orang berusia dewasa.
Aspek ini nantinya juga mempengaruhi susunan kata-kata untuk merekrut orang. Jika sasaran Anda adalah kelompok paruhbaya, maka gunakan ucapan yang sopan, sesingkat mungkin, dan tidak menggunakan istilah-istilah yang terlalu ilmiah dan sulit dipahami.

3. Menguasai teknik membuat media presentasi

Ketika menawarkan produk, mendengarkan penjelasan dari mulut saja sebenarnya kurang cukup. Alangkah baiknya jika penjual menyediakan media visual sebagai pendukung lain, seperti katalog, Power Point, brosur atau lain sebagainya.
Selain bermanfaat bagi calon partner untuk memudahkan mencerna kata-kata Anda, presentasi ini sesungguhnya juga membantu Anda menyampaikan kalimat promosi secara baik dan runtut. Media presentasi menjadi semacam jalur untuk apa yang akan Anda sampaikan.

4. Memanfaatkan website

Mengapa harus website, dan bukan yang lain? Website adalah halaman informasi yang bisa dimiliki secara pribadi. Melalui website, Anda dapat menjelaskan tentang bisnis tanpa terikat oleh ketentuan-ketentuan apapun, serta letak gambar, panjang kata, waktu posting, dan lain sebagainya.
Di satu sisi lain, website juga dianggap sebagai media para pebisnis professional. Maklum saja, secara logika para pebisnis abal-abal tidak akan mau ribet mengurus web yang notabenenya tidak semudah memposting di media sosial. Anda dapat menampilkan kata-kata mengajak orang bergabung bisnis secara lebih leluasa.

5. Tonjolkan keuntungan dan penghasilan

Dari sebuah bisnis, tentu yang diinginkan seseorang adalah penghasilan dan keuntungan, entah itu keuntungan waktu, keuntungan transportasi, dan lain sebagainya. jika dua aspek ini sudah terpenuhi, maka akan mudah bagi penjual untuk menawarkan Kerjasama dan sulit bagi mereka untuk ditolak.
Dalam mengajak berbisnis, tonjolkan apa saja keuntungan bergabung dengan bisnis Anda. Berapa penghasilan maksimal atau minimal yang bisa didapatkan setiap bulan. Jelaskan aspek tersebut dengan senatural mungkin, jangan ditambah atau dibuat terlalu berlebihan.
Terlalu berlebihan ketika menyampaikan keuntungan dan penghasilan justru akan menimbulkan kecurigaan dan nampak seperti tidak realistis. Tak kalah penting juga untuk jujur terhadap calon mitra, karena sekali Anda berbohong tentang keunggulan bisnis, saat itulah kredibilitas Anda dipertaruhkan.

6. Iming-iming kemudahan modal

Modal seringkali menjadi batu penghalang bagi seseorang untuk menolak atau setidaknya menunda bergabung dengan bisnis online. Terutama jika sasaran seller Anda adalah kalangan menengah, mematok tarif bergabung yang besar sangat tidak direkomendasikan.
Buat strategi agar calon partner tidak perlu mengeluarkan banyak uang di awal. Misalkan saja dengan menerapkan sistem seperti reseller dimana mereka tidak perlu  membuat stok, membuat pembayaran bisa dicicil menggunakan separuh keuntungan penjualan tiap produk dan lain sebagainya.

7. Menawarkan pelatihan dan pengawalan

Salah satu kelebihan utama seseorang memilih bergabung dengan bisnis online adalah memperluas jaringan pertemanan, pengalaman, dan mendapat pengajaran terkait penjualan, konsultasi, atau ilmu apa saja yang berkaitan dengan produk dalam bisnis tersebut.
Tanpa sharing pengetahuan, anggota akan sulit berkembang dan selaras dengan itu, bisnis juga sulit untuk berkembang. Oleh karenanya, selain berdedikasi meningkatkan kesejahteraan bisnis, alangkah baiknya juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas personal dalam grub bisnis online.

8. Tidak terkesan memaksa

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa ajakan bergabung MLM atau bisnis online itu membuat tidak nyaman. Membuat calon mitra merasa tertekan dan tidak nyaman karena sudah mengatakan tidak berminat namun tetap di bujuk sedemikian rupa sehingga justru membuat mitra lebih tak tertarik.
Ketahuilah, hal tersebut terjadi karena kata-kata mengajak bergabung yang di pakai oleh penjual tidak berkesan dan kurang paham bagaimana teknik marketing. Berkesan memaksa atau justru terang-terangan memaksa adalah langkah sangat buruk ketika mengajak orang bergabung dalam bisnis.

9. Tanyakan alasan mereka belum tertarik

Lalu bagaimana cara menghadapi calon mitra yang kurang tertarik dengan penawaran kita tanpa terkesan memaksa? Coba tanyakan secara baik alasan mereka mengapa masih ragu untuk bergabung dengan bisnis online Anda. Dengan nada yang lembut, kemungkinan mereka akan terbuka dengan kendala.
Misalkan saja karena penghasilan kurang meyakinkan. Jika demikian, Anda bisa menjelaskan kembali dengan lebih jelas bahwa penghasilan dapat di tingkatkan seiring berjalannya waktu. Terutama karena terdapat sistem pengajaran yang konsisten, maka proses meningkatkan income tentu tidak membutuhkan waktu lama.
Jika alasannya karena belum berpengalaman dan belum tertarik dengan bidang tersebut, Anda bisa mencoba meyakinkan mereka untuk mencoba terlebih dahulu. Sampaikan bahwa tidak perlu terlalu keras untuk memasarkan produk karena seiring berjalannnya waktu, seller sudah akan terbiasa.

10. Menjamin keamanan bisnis

Lebih dari apapun, keamanan bisnis harus menjadi prioritas bagi sebuah bisnis online. Sistem keamanan dapat melindungi bisnis dan para partner bisnis yang bernaung di dalamnya dari berbagai ancaman seperti penyitaan produk karena tidak BPOM, penipuan pihak lain, atau sebagainya.
Oleh karena itu, mengajak bermitra orang lain bukan sekedar aspek memperluas pasar dan pendapatan, namun juga tanggung jawab untuk menjamin keamanan penghasilan mereka semua berdasarkan produk yang aman, legal, dan berkualitas.

Rekan Bisnis yang Perlu Kamu Waspadai, Cari Keuntungan Sendiri!

Memulai bisnis atau usaha sendiri memang cukup tricky. Terkadang kamu membutuhkan orang lain yang bisa di jadikan rekan bisnis karena tak selamanya kamu bisa menangani semua permasalahan bisnis yang kamu hadapi.

Kehadiran rekan bisnis seharusnya bisa membuat bisnis makin berkembang pesat. Tetapi sebaliknya, jika rekan bisnismu tak baik maka bisnis tentu tak akan berjalan sesuai ekspektasi. Berikut merupakan kelima karakter rekan bisnis yang harus kamu waspadai agar bisnis terkendali.

1. Orang yang terlalu banyak ingin menunjukkan diri

Kamu mungkin akan menemui rekan kerja yang sangat ambisius. Terlalu menunjukkan diri dengan segala kemampuan dan keahlian yang ia miliki. Memang bagus jika rekan bisnis kamu cakap dalam banyak hal.

Namun, kesannya dia bisa saja menguasai dan menggurui kamu dalam menjalankan bisnis bersama. Bukannya bekerja sama, yang ada dia selalu mendikte kamu dan tak pernah mau mendengarkan masukanmu karena selalu merasa benar.

2. Teman yang baru kamu kenal

Orang yang seperti ini juga harus di hindari sebagai rekan bisnis. Kamu belum tahu bagaimana karakter asli orang tersebut. Terlebih jika kamu hanya mendengarnya dari orang lain. Kamu harus melihatnya sendiri. Seringkali orang akan berubah dan kelihatan sifat aslinya jika sudah berurusan dengan uang. Ia bisa menjadi sangat serakah, egois, dan mau menang sendiri. Jadi, kamu perlu berhati-hati dan hindari karakter orang yang salah untuk dijadikan rekan bisnis, ya!

3. Sebisa mungkin jangan berasal dari kerabat dekat

Banyak yang merasa kerabat dekat cocok di jadikan rekan bisnis karena alasan kedekatan hubungan. Tapi, kenyataannya banyak juga bisnis yang gagal karena memiliki partner dari kerabat sendiri.

Meskipun dekat secara kekerabatan, kamu akan sulit mengendalikan bisnis. Terlebih jika ada masalah, kamu menjadi lebih mudah segan dan selanjutnya terbawa-bawa ke urusan keluarga besar. Alhasil, hubungan keluarga menjadi tidak rukun dan berimbas ke banyak pihak.

4. Orang yang kamu kenal, tetapi sungkan untuk menolaknya

Menghormati orang lain memang sebuah keharusan dan itu baik, namun, jangan sampai berlebihan. Hal itu tidak baik untuk iklim bisnis yang sedang kamu jalankan. Seringkali kamu akan kehilangan kendali dan tak bisa berbuat banyak.

Terlebih jika ia sudah terlanjur menjadi rekan bisnis yang ikut berkecimpung dalam bisnismu. Mau tidak mau kamu juga harus mempertimbangkan segala masukan dan pandangannya. Jika itu bersebrangan denganmu maka kamu akan kesulitan untuk menolaknya.

5. Seseorang yang punya track record buruk

Tentu saja orang dengan track record yang buruk harus kamu hindari untuk dijadikan rekan bisnis. Bisa jadi apa yang kamu lihat dari luar hanya sekelumit saja, padahal bisa jadi lebih buruk dari yang kamu tahu. Jadi, penting untuk mengecek latar belakang seseorang. Jangan sampai kamu salah memilih rekan bisnis. Hal ini penting karena keberhasilan bisnis akan bergantung pada siapa orang yang menjalankannya.

Rekan bisnis yang baik tentu gak akan membuat kamu merasa di rugikan karenanya. Oleh sebab itu, lebih berhati-hati lagi dalam memilih rekan bisnis, ya!