c

Industri Batik dan Kerajinan Manfaatkan Teknologi

Industri Batik dan Kerajinan Manfaaatkan Teknologi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri batik dan kerajinan turut menggunakan dan memanfaatkan teknologi modern yang ada saat ini. Hal ini sangat mempengaruhi dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien. Pemanfaatan teknologi untuk mendukung industri batik dapat dilakukan untuk beradaptasi dengan tantangan zaman. Namun pemanfaatan teknologi jangan meninggalkan batik canting yang tetap memiliki kelas dan nilai jual tinggi.

Industri Batik dan Kerajinan: Pemanfaatan Perkembangan Teknologi

Menurut Doddy, perkembangan teknologi yang demikian cepat belakangan ini, terutama adanya revolusi industri 4.0, telah membawa perubahan luar biasa bagi sektor dunia usaha.

“Teknologi telah menyentuh berbagai bidang dan berhasil mengubah perilaku manusia, termasuk pula dalam menyikapi pembuatan produk seperti pada kerajinan dan batik,” jelasnya.

Ia mengatakan tak bisa dipungkiri bahwa setiap perkembangan teknologi selalu menjanjikan kemudahan, efisiensi, serta peningkatan produktivitas. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin otomatis dan teknologi modern.

“Meski begitu, kehadiran dan peran teknologi tidaklah mungkin menggantikan peranan manusia secara keseluruhan,” tegas Doddy.

Sentuhan teknologi tersebut hendaknya tidak akan membuat suatu nilai budaya yang ada dalam produk kerajinan dan batik tersebut menjadi luntur, hilang, atau tergantikan.

“Jika teknologi yang di gunakan dapat bersinergi dengan budaya lokal, maka penerapan teknologi tersebut akan memberikan dampak yang sangat positif. Tentunya kinerja industri akan meningkat dan budaya lokal tetap terjaga,” imbuhnya.

Oleh karena itu, kearifan memadukan pada kemajuan teknologi di era industri 4.0. Dengan keberlanjutan budaya bangsa di harapkan memberi nilai tambah produk kerajinan dan batik nasional yang basisnya adalah keterampilan keempuan (craftmanship).

“Semua ini mempunyai tujuan agar industri kerajinan dan batik yang berbasis budaya lokal akan tetap berjaya di negeri sendiri, tak lekang oleh perubahan zaman,” terang Doddy.

Upaya Pengembangan Industri Batik dan Kerajinan

industri batik dan kerajinan

Di sisi yang lain, tentu semua upaya pengembangan industri batik dan kerajinan tidak akan mengabaikan terhadap isu lingkungan. Dalam hal ini, sektor industri kerajinan dan batik hendaknya menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, seperti bahan-bahan yang berasal dari sumber alam terbarukan.

Produk batik cukup berperan dalam perolehan devisa negara melalui capaian nilai ekspor pada tahun 2019 sebesar 17,99 juta dolar AS.

Sementara Januari-Juli 2020, nilai pengapalan batik mengalami peningkatan dengan mencapai 21,54 juta dolar AS. Tujuan utama pasar ekspornya ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Sedangkan, untuk industri kerajinan, jumlahnya lebih dari 700 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga sebanyak 1,32 juta orang. Pada tahun 2019, nilai ekspor produk kerajinan nasional menembus hingga USD892 juta. Atau meningkat 2,6 persen di bandingkan perolehan tahun 2018 sebesar 870 juta dolar AS.

Untuk menyikapi berbagai tantangan serta dinamika di era revolusi Industri 4.0. Langkah-langkah kolaboratif perlu di lakukan dengan melibatkan beberapa pemangku kepentingan. Mulai dari institusi pemerintahan, asosiasi dan pelaku industri, hingga unsur akademisi dan media.

“Kami aktif mempublikasikan berbagai hasil penelitian. Dan tentang pengembangan yang terkait industri batik dan kerajinan  juga akan di publis melalui program seminar atau yang lain,” pungkasnya.